Facebook Page = solusi bisnis terkini
Feb 10th

Welcome to a world of conversations and relationships!
Share saya kali ini adalah tentang solusi bisnis terkini untuk perkembangan bisnis Anda melalui Facebook Page.
Selama ini masih banyak perusahaan, khususnya di Indonesia, beranggagapan Facebook adalah media untuk sekedar menghabiskan waktu, senang-senang, menurunkan produktifitas dan hal-hal yang tidak bermanfaat lainnya. Sayapun DULU beranggapan seperti itu. Namun sebagaimana Anda ketahui Facebook hanyalah sebuah alat. Seperti alat lainnya, Facebook bisa digunakan untuk hal negative maupun positive.
Setelah saya mempelajari lebih jauh tentang Facebook, ternyata saya menemukan banyak sekali keungulan Facebook sebagai alat bantu untuk mengembangankan bisnis Anda dan juga saya. Saya menemukan ribuan contoh dari big corporation dan ratusan perusahaan yang ter-listed dalam 500 fortune company aktive menggunakan Facebook Page bahkan sudah menjadikan Facebook Page sebagai salah satu Marketing & PR tools andalan mereka untuk men-generate sales (baca: uang). Perusahaan-perusahaan besar tersebut antara lain:
Coca-Cola, Pepsi, Starbucks, Heineken, Hennesy, Guinness (minuman)
McDonald, Dunkin Donuts, Burger King, TGi Friday (makanan)
American Airlines, KLM (airlines)
Lexus, VW, Ford, Audi, Honda, Jeep, GM (mobil)
CNN, Al Jazeera English (News)
and many more….
Anda bisa check langsung di: http://www.facebook.com/pages/browser.php?country=US.
Kemudian Anda pilih salah satu dari kategori: Music, Movies, Television, People, Sports Brands, Products Companies & Organizations atau Local Businesses & Places.
Catatan penting:
Untuk menikmati fully custom semua perusahaan yang ada di link tersebut HANYA bisa dilihat by computer karena mobile setting (Hand phone /Black Berry) dari Facebook hanya memunculkan Wall, Info dan Foto saja.
Terdapat 2 Kesamaan dari ribuan perusahaan pada link tersebut, yaitu:
- Semuanya menggunakan Facebook Page (dulu biasa disebut Fans Page). Bukan Facebook Personal Profile ataupun Facebook Group!
- Semuanya sudah di Fully-Custom!
Pada saat penulisan ini dibuat, Facebook user di seluruh dunia sudah mencapai lebih dari 34 juta pengguna dan jumlahnya yang terus tumbuh dengan mantap. Facebook adalah situs web ketiga yang paling banyak dikunjungi di dunia, di belakang Google (no.1) dan Yahoo (no.2) dan Facebook telah menjadi situs sosial media yang paling banyak dikunjungi di dunia.
Lalu bagaimana kondisinya di Indonesia?
Di Indonesia, per tanggal 17 Februari 2011, jumlah pengguna Facebook sudah mencapai 34,999,080 pengguna. Indonesia telah menjadi negara pengguna Facebook terbanyak No.2 setelah Amerika (151,820,460). Diikuti No.3 Inggris (28,841,840), No.4 Turki (26,198,200) dan No.5 Philipina (22,515,820).
Detail pengguna Facebook dari Indonesia adalah sbb:
- Berdasarkan Gender:
Pria: 20.713.700 (59.4%)
Wanita: 14.172.400 (40.6%)
- Berdasarkan Usia:
13thn kebawah: 694.600 (2%)
14-17thn: 8.971.360 (25.6%)
>>> Apakah Anda ingin mengetahui lebih lengkap lagi? Silahkan click link dibawah ini:
http://www.facebook.com/note.php?note_id=156603274395317
- – – – – – – -
Best Regards,
Budi Suhendrio
- – – – – – – -
Note:
Jika Anda menyukai artikel ini, why don’t you share to your friends?
Cukup dengan meng-KLIK link “SHARE THIS POST” dibawah ini!
BERANI menjadi PENGUSAHA!
Jan 15th

sponsor:
Kali ini saya ingin share entrepreneurship story dari Mbak Cecil, seorang wanita muda yang dalam beberapa kesempatan menjadi client dari perusahaan tempat saya bekerja. Mbak Cecil berhasil mengalahkan kendala2nya dan mendirikan her own business. Berikut adalah tulisan yang dibuat nya langsung… Semoga mampu meng-inspirasi kita semua.
“Do not be afraid of the unknown because when you come out from your comfort zone, it will lead you to something that you have never imagined. It can change your life and lead you to something great”
Hallo, melalui website ini, saya diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman yang memberanikan diri saya untuk menjadi seorang pengusaha. Pengalaman yang membuat saya dalam mengambil keputusan di dalam segala aspek yang memperkuat pribadi saya untuk terus berjalan dengan tujuan mencapai impian dalam meraih kesuksesan didalam berkarir dan berkeluarga.
Saya lahir pada tahun 1981. Jadi bisa tebak sendiri yah…saya umur berapa. Saya dibesarkan di Jakarta oleh kedua orang tua saya. Setelah saya lulus SMA, saya diberi kesempatan untuk kuliah keluar Indonesia. Saya lulus pada tahun 2003 dengan gelar sarjana Arts & Science Specialized in Communication Studies dari Seattle University, Washington, Amerika Serikat. Saya sangat berterima kasih kepada kedua orang tua saya karena selama hidup di negeri orang, saya tidak hanya diberi kesempatan untuk menjadi seorang murid namun saya juga diberi kesempatan untuk mempelajari perbedaan culture/tradisi dan bagaimana beradaptasi dan survive dalam hidup sehari-hari disana.
Selama saya kuliah, saya selalu mencari pengalaman kerja karena saya selalu percaya bahwa pengalaman itulah yang dapat membawa saya untuk belajar dan meningkatkan kemampuan saya. Berbagai macam pekerjaan sempat saya lakukan seperti menjadi seorang Marketing Assistant di International Culture Center, Radio Promoter Intern di salah satu Stasiun Radio lokal sampai dengan menjadi seorang pelayan di Food Court restoran Cina dan pemotong daging Kebab di restoran makanan Yunani. Setelah saya lulus, saya pindah ke New York City untuk mencari pengalaman kerja Entry Level. Pada saat itu, saya bekerja sebagai Office Coordinator disebuah perusahaan arsitek dimana saya diberi kesempatan untuk bertemu dan mengenal arsitek-arstikek muda yang sangat passionate dengan apa yang mereka lakukan di dalam pekerjaan mereka. Pengalaman ini membuat saya sadar bahwa bekerja dengan passion, mencintai pekerjaan, melakukan yang terbaik merupakan tahap untuk menuju kesuksesan.
Pada tahun 2006, saya kembali ke kota Jakarta dan memulai karir saya sebagai Communication Officer di salah satu NGO. Setelah itu saya pindah ke sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang retail dan restoran yang menyediakan jasa untuk kalangan atas. Pada saat itu, saya bekerja sebagai Marketing Communications Executive yang membuat saya menemukan jati diri saya sebagai seorang komunikator yang profesional.
Melalui berbagai macam pengalaman yang telah saya lalui pada akhirnya saya memutuskan untuk membuka perusahaan sendiri. Keberanian diri saya pada saat itu didasari oleh keinginan ingin maju dan tidak ingin mengerjakan hal yang sama dan berdiam didalam zona nyaman saya. Saya ingin berkembang untuk belajar. Keyakinan saya untuk semakin berani juga didasari oleh kedua business partner yang telah saya kenal dengan sangat baik selama kuliah di Seattle. Saya sangat bersyukur bertemu dengan kedua business partner yang memiliki visi dan misi yang sama dalam menjalankan usaha dan meningkatkan kualitas dalam hidup.
Saya memang belum meraih seluruh impian saya sampai saat ini. Namun, saya sangat berterima kasih kepada Tuhan bahwa saya sudah berada di posisi ini sekarang. Saya hanya ingin share, jika seseorang ingin maju dan berkembang tapi masih belum yakin dengan apa yang dia pikirkan, janganlah pernah takut untuk membuatnya terwujud. Jangan pedulikan kata-kata orang lain yang hanya membuat seseorang merasa jadi down dan tidak percaya diri. Lakukanlah yang terbaik jika seseorang sangat mencintai bidangnya. Jika sudah mencoba sekian kali untuk mencintai pekerjaan namun masih aja ada rasa kesal dan tidak nyaman, cobalah untuk mencari kedamaian disuatu bidang lain. Jangan pernah terpatok dengan uang, namun kerjakan sebaik mungkin dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas talentamu. Semakin berkualitas, nilai seseorang akan menjadi semakin tinggi dan orang lain yang akan menilainya dan percaya untuk membayarmu dengan nilai tinggi.
Saya selalu mencari teman atau partner kerja yang memiliki misi dan visi yang sama. Dengan misi dan visi yang sama, lingkungan akan menerima dan mendukung kita seperti keluarga sendiri. Mereka akan melihat kelebihan dan mengisi kekurangan kita.
Saya harap, pengalaman saya dalam bekerja dapat menjadi inspirasi setiap orang yang memiliki keingingan untuk memiliki usaha sendiri nantinya. Jangan pernah takut karena dimana ada keyakinan pasti akan ada jalan.
Tips yang menurut saya sangat penting ketika seseorang ingin membuka dan menjalankan usaha sendiri (didalam bidang apapun yah):
- Bukalah usaha yang memiliki long-term plan (usaha jangka pendek biasanya hanya berjalan dalam jangka pendek juga).
- Buatlah Business Plan sebelum seseorang membuka usaha itu (rencana 1-10 tahun)
- Carilah team atau partner usaha yang memiliki misi+visi yang sama dalam menjalankan usaha
- Ketahuilah target market-mu
- Fokus dan pikirkan apa yang membuat usahamu berbeda dari perusahaan lainnya
- Jalankan usahamu dengan sehat (jika memang harus pinjam uang dari Bank, buatlah rencana bagaimana pinjaman itu dapat terbayar secara sehat)
- Organize dan Plan Finance (SANGATLAH PENTING). Jika belum siap, jangan pernah coba-coba untuk buka usaha karena dalam waktu 1-2 tahun kedepan bisa menjadikan usaha yang buntung bukannya untung. Perusahaan yang berhasil = pengelolahan uang yang sangat sehat! Cobalah bertanya dengan teman/keluarga/konsultan yang memang sudah berpengalaman
- Jangan pernah putus asa, jangan berhenti mencari client, jangan berhenti mencari pengalaman, dan jangan berhenti belajar (lakukanlah yang terbaik dan terapkanlah “setiap hari merupakan hari yang baru dan berbeda yang Tuhan telah siapkan untuk kita”)
Cecilia B. Salim
Marketing & Communications Director
The Company Studio (Graphic Design + Art Direction + Public Relations)
sponsor:
- – – – – – – -
Bagaimana? Apakah informasi ini merupakan solusi buat Anda?
Ada masukan positif yang ingin di-share?
Regards,
Budi Suhendrio
Note:
Jika Anda menyukai artikel ini, why don’t you share to your friends?
Cukup dengan meng-KLIK link “SHARE THIS POST” dibawah ini!
Internet Bisnis terbaik untuk Wanita (Mom)
Nov 13th




Ceritanya beberapa hari lalu saya menjawab pertanyaan dari salah satu member milis yang saya ikuti, yang menanyakan tentang “Bisnis Samping untuk Ibu Rumah Tangga”. Tentunya saya mengusulkan untuk lakukan bisnis (apapun) yang berbasis internet mengingat modal yang relative terjangkau, market yang bisa mendunia, mobilitas tinggi bahkan dengan handphone/BB binis tetap bisa berjalan, dsb seperti yang sudah sering saya tuliskan di banyak artikel di website saya ini.
Jawaban saya ke publik milis tersebut ternyata mendatangkan pertanyaan dari beberapa member milis lainnya yang japri (jalur pribadi) ke saya dan meminta saya memberikan referensi Internet Bisnis terbaik. Salah satu pertanyaan datang dari Bpk Onika, sbb:
+++++++++++++++++
Dear P’Budi
Saya tertarik dengan balasan email Bapak ke Ibu Rina tentang bisnis internet di rumah. Kebetulan juga isteri saya sudah lama tidak bekerja. ebizz apa yang baik untuk dikembangkan. Mohon informasi yang mengenai bisnis internet ini.
Salam
Onika B
+++++++++++++++++
Sebelum saya memberitahukan Internet Bisnis terbaik versi saya, perlu saya sharing juga latar belakang mengapa saya memutuskan mendalami bisnis yang berbasis internet.
FREE SMS… why not?!
Aug 30th

Dalam menjalankan bisnis Anda, tentunya Anda berusaha meningkatkan keuntungan bersih dengan salah satunya menjaga pengeluaran se-effektif mungkin. Dalam aktifitas pekerjaan dan juga bisnis saya dan istri, kami sering menggunakan sms sebagai alat konfirmasi. Ketika kami perlu memberitahukan pesan singkat bahwa kami sudah mengirimkan penawaran by email, atau telah menerima kiriman barang, dsb. kami pasti konfirmasi dengan sms.
Untuk menjadikan sms cost se-effektif mungkin, saya berusaha mencari layanan free sms yang saya yakin cukup banyak tersebar di internet. More >
Etika Karyawan yang berbisnis
Jun 27th

Anda mungkin sudah memahami bahwa kalau ingin memiliki kekayaan, Anda perlu menjadi seorang pebisnis. Karena menjadi karyawan terdapat batasan atas mendapatkan income. Robert T Kiyosaki sejak buku pertamanya Rich dad Poor Dad selalu menuliskan segeralah pindah Quadrant. Dari Quadrant sebelah kiri (Employee (E) dan Self Employee) (SE)) ke Quadrant sebelah kanan (Business Owner (BO) & Investor (I)). Juga sangat dianjurkan sebelum terjun menjadi seorang investor, sebaiknya menjadi Business Owner terlebih dahulu agar lebih memahami tentang membangun system dan mentalitas yang sangat penting untuk menjadi seorang Investor.
Saya ingin share my perspective tentang etika berbisnis seorang yang masih aktif bekerja sebagai karyawan. Saya yakin Anda juga sering mendengar tentang kisah seorang karyawan yang resign dan mendirikan bisnis sendiri setelah bekerja beberapa waktu disebuah perusahaan. Bisnis yang mereka dirikan sama dengan yang dikerjakannya saat berstatus sebagai karyawan dulu, artinya mereka mendirikan bisnis untuk menjadi competitor dengan perusahaan tempat mereka pernah bekerja dulu. Bagaimana dengan etika berbisnis seperti ini? More >


Recent Comments